What's New?

cerita dipijat plus plus sama mbok

Pijat Dan Perempuan: Thai Message

Diterbitkan pada Wednesday, 15 April 2009 Pukul 10.34

Sayangnya si mbok sudah meninggal beberapa tahun yang lalu (mungkin kehabisan tenaga memijat keluarga saya yang segede-gede Gaban), jadilah saya beralih ke panti pijat. Karena doyan dipijat, salah satu tujuan utama tradisional Indonesia a la mbok-mbok. Sialnya saat ini kata 'pijat' sering disalahartikan karena menjamurnya panti 'pijat plus', sampai-sampai para wanita untuk amannya harus pijat ke spa atau salon supaya tidak disangka macam-macam.

My Head Voices: Menjadi Nenek Yang Cantik Dan Sehat

Diterbitkan pada Sunday, 9 March 2014 Pukul 20.35

Ngga ada lagi cerita bergadang kalau bukan karena Tara bangun. Saya sadar bahwa tubuh kita pun punya hak untuk istirahat. Jadi, saatnya kerja ya kerja, saat Kalau saya sendiri, karena bukan penggila barang mewah, jadi menikmati hidup versi saya adalah dipijat sama si mbok langganan, hahahaha, Seratus ribu udah pijet plus luluran. murah meriah kan???. Badan segar, rileks dan jadi cantik, tentu saja. Cerdas dalam berpenampilan. Mau tampil cantik itu 

Pengalaman Panti Pijat Plus-plus

Diterbitkan pada Saturday, 9 November 2013 Pukul 23.25

Ceritanya bermula saat baru anget-angetnya saya menikah sama si Udah (Mama suami ngajarinnya sih harus manggil 'Udah') dan saya harus tinggal bersama dia di daerah Jimbaran, sebelumnya saya tinggal di Denpasar.

Negeri Ujung Pulau: Tukang Pijat

Diterbitkan pada Sunday, 22 April 2012 Pukul 17.09

Sebagai tukang pijat plus-plus dia merasa punya saingan baru. Tubuh sintal Tatiek pasti akan mengalahkan penampilannya, meski masih banyak lelaki yang meneteskan air liur melihat kulitnya yang putih dan lekuk tubuh 

Menjerit & Mendesah

Diterbitkan pada Sunday, 14 July 2013 Pukul 20.07

hari ini nganggur banget. selain nonton film ice age 4, gue gak ngapa2in. so, karena kaki gue yang sakit banget itu, plus sekalian berbuka puasa, gue keluar kosan untuk nyari makanan. eh tau-tau nemu tempat panti pijat (urut tradisional). yaudah, abis makan gue inti cerita: gak lagi-lagi mau dipijat sama ibu-ibu. kecuali ibu-ibu itu mbok-mbok jawa yang kurus bin peot dan kalo perlu pake sarung sama kutang ala emak-emak jaman dulu. Diposkan 14th July 2013 oleh Nuril Basri. 1 

Serasa Di Surga….

Diterbitkan pada Monday, 7 July 2014 Pukul 12.58

Beberapa temen saya menyarakankan ke beberapa tempat di bawah ini dan setelah mencobanya saya cukup puas walau tetep aja setelah ketemu tukang pijat yang bisa dipanggil kerumah, pergi-pergi ke salon jadi jarang banget :) *pengiritan kan . kalau di Bandung aku suka ke Zen (tapi nampak beda perusahaan sama zen garden Medan mbak). Tempatnya nyaman banget, ga ribut, terapisnya juga mantep ngasi pijetannya, plus harganya ga terlalu mahal.

The Ultimate Choice: Salah Masuk Salon Jilid 2

Diterbitkan pada Tuesday, 1 September 2009 Pukul 22.42

Pada siang yang panas itu jono ingin sekali dipijat, yang menurut teman-temannya, asik sekali dipijat di tempat itu. Jono membayangkan betapa enaknya menjadi orang Jakarta, di sini pemijat adalah cewe-cewe… beda sekali dengan di kampungnya, biasanya mbok-mbok. Dalam hati jono berkata, kalo mau ngelepas perjaka gue yah gue liat-liat cewenya kali, ngapain gue kehilangan perjaka sama cewe itu? “ola la jono… itu namanya salon plus-plus…”

Celana Dalam Bergembok

Diterbitkan pada Sunday, 6 April 2008 Pukul 5.26

Ini ada cerita dari Balikpapan tentang panti pijat yang saya kutip dari koran Kaltim Pos edisi hari ini. Sepinya pelanggan akibat persaingan bisnis, menjadi alasan bagi para pemijat plus untuk giat “kejar setoran.” Tak peduli Pemijat sesama jenis? nanti yang dateng yang homo sama lesbi semua hahaha sama juga boong … semua berpaling pada kita sendiri pak. Jujur lah . Bagaimana dengan mbok-mbok pijat yang dipanggil ke rumah … tak perlu gembok kah?

- Halaman ini diberdayakan oleh Google, Bing!, dan Blekko -

x

Promosikan juga produk maupun jasa Anda di media periklanan gratis IklanDB.com